Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes? Harus CERDIK!

Yuk cegah, obati, dan lawan diabetes! Februari 2008 lalu, saya harus kehilangan kakek saya untuk selama-lamanya. Kakek meninggal sete...

Yuk cegah, obati, dan lawan diabetes!

Februari 2008 lalu, saya harus kehilangan kakek saya untuk selama-lamanya. Kakek meninggal setelah berjuang menghadapi diabetes. Seingat saya, kakek sudah lama mengidap diabetes hingga komplikasi. Saat saya masih kecil (belum TK), saya bersama mama pergi ke kampung halaman karena kakek masuk rumah sakit. Dan selang delapan tahun kemudian, mama kembali lagi ke sana karena kondisi kakek yang sangat menurun, hingga akhirnya meninggal. Saya tidak ikut ke sana karena tidak bisa meninggalkan sekolah.

Pengetahuan saya mengenai diabetes tidak banyak. Tapi yang saya tau, seseorang bisa beresiko terkena diabetes karena riwayat keluarga. Sampai akhirnya saya menerima email dari Sun Life Financial Indonesia yang mengundang saya di acara Jumpa Blogger Sun Life dengan tema "Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes." Tentu saya ingin datang! Saya ingin menambah pengetahuan saya mengenai penyakit tersebut. Ada perasaan was-was yang kadang menghampiri kalau ingat ada riwayat penyakit diabetes yang dimiliki keluarga saya. Selain itu, saya memang sudah menunggu adanya acara Jumpa Blogger Sun Life. Berdasarkan pengalaman saya tahun lalu saat datang ke acara itu dengan tema berbeda (baca ceritanya di sini), acara Jumpa Blogger Sun Life sangat menyenangkan dan memperkaya pengetahuan saya!
Kebagian duduk di belakang :(

Acara jumpa blogger Sun Life diadakan pada tanggal 1 Oktober 2016 di Cafe XXI Plaza Indonesia. Acara yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI ini didahului dengan makan siang bersama. Hmmm. Sama seperti tahun lalu, para blogger dimanjai dengan berbagai makanan enak dan sehat tentunya. Belum lagi kami mendapat goodie bag dan berlimpah hadiah! Wuaaah, udahlah dapet ilmu gratis, makan gratis, dapet hadiah pula. Hihihi. Terima kasih banyak, Sun Life!
Kenyang~ Pas banget abis kuliah, jadinya laper :p

Setelah kenyang, acara pun dimulai. Sebelum mendapat ilmu yang banyak mengenai diabetes, Bu Shierly Ge, selaku Head of Marketing Sun Life Financial Indonesia menyambut para blogger. Beliau mengatakan acara ini diadakan sebagai upaya Sun Life untuk meingkatkan kesadaran masyarakat dalam memahami penyakit diabetes dan sosialisasi pentingnya menganut gaya hidup sehat. Acara ini juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2016.

Eh, sebelumnya udah tau tentang Sun Life?
Sun Life Financial merupakan salah satu organisasi keuangan terkemuka di dunia yang didirikan pada tahun 1865, berpusat di Toronto, Kanada. Kalau Sun Life Financial Indonesia sendiri mulai aktif beroperasi sejak tahun 1995.

Sun Life Financial Indonesia punya program yang namanya Sun Bright sebagai peran dan tanggung jawab sosial Sun Life terhadap masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan, ada di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan. Edukasi pun dilakukan untuk berbagai kalangan, salah satunya blogger.
Kenapa blogger? Karena blogger punya peran juga untuk mengedukasi masyarakat dalam hal mencegah, mengobati, dan melawan diabetes ini. Para blogger bisa menyampaikan informasi tentang diabetes, mengajak pembaca untuk memulai kebiasaan hidup sehat, dan sebagainya.

Nah, untuk menuntaskan tanggung jawab saya sebagai blogger yang datang ke acara ini, maka saya bakalan memaparkan segala ilmu yang saya dapat dari dua pembicara, yaitu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE. Kedua pakar ini memberi pengetahuan dengan asik, tidak membosankan. Sangat sangat sangat menambah pengetahuan saya!

Sebenarnya apa sih Diabetes itu?
Diabetes? Apaan, tuh?

Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh kita memproduksi insulin (hormon yang dikeluarkan pankreas) untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Terjadinya penurunan produksi atau pemanfaatan insulin ini bisa menyebabkan diabetes. Berdasarkan data WHO, diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2012, gula darah tinggi bertanggungjawab atas 3,7 juta ematian di dunia! Dari angka ini, 1,5 juta kematian disebabkan langsung oleh diabetes.
Kalau tidak diobati atau tidak terkontrol, diabetes dapat menyebabkan masalah serius, misalnya penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin mengancam nyawa :(

Terdapat dua tipe diabetes, yaitu Diabetes tipe 1 dan Diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 biasanya diderita sejak kana-kanak. Pada tipe 1 ini, tubuh benar-benar memproduksi insulin, makanya si penyandang sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya.
Diabetes tipe 2 adalah bentuk yang lebih umum dari diabetes, diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Pada diabetes tipe 2, pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.
Jangan sampe obesitas, oke?

Diabetes termasuk penyakit katastropik. Maksud penyakit katastopik adalah penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman jiwa yang membahayakan jiwa si penderita.
Kalo seseorang udah terkena diabetes, berarti harus minum obat terus, ke dokter terus, dan lainnya. Hal itu tentu aja menghabiskan banyak uang. Jadi, diabetes bukan hanya masalah kesehatan saja, tapi juga ekonomi.
Secara ekonomi, diabetes sangat berdampak bagi penderita dan keluarganya, bagi sistem jaminan kesehatan dan perekonomian negara akibat biaya kesehatan langsung (direct medical cost) dan hilangnya produktivitas.
Dari tahun 2010-2030, kerugian global dari GDP karena diabetes diestimasikan sekitar 1,7 triliun dolar! Hmmm, bukan angka yang sedikit, kan? Makanya diabetes menjadi isu yang sangat relevan bagi masyarakat dunia, pemerintah, lembaga kemasyarakatan, sektor swasta serta lembaga antar pemerintah.
Diabetes bukan hanya masalah kesehatan!

Ibu Lily memaparkan faktor risiko perilaku peyebab terjadinya diabetes yang harus diperbaiki, di antaranya :
- Penduduk kurang aktivitas fisik (26,1%)
- Penduduk usia > 15 tahun (36,3%), perempuan usia > 10 tahun (1,9%) yang merokok
- Penduduk > 10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur
- Penduduk > 10 tahun minum-minuman beralkohol (4,6%)

Hal tersebut membuat pengidap diabetes terus meningkat. Selain itu, banyak penduduk yang tidak sadar kalau menderita penyakit tidak menular (PTM), salah satunya diabetes! Dari seluruh penduduk yang sakit, 2/3-nya tidak menyadari atau tidak tau kalau mereka menderita PTM.
Hmmm. Berarti kita harus aware, nih!


Lalu, apakah kita bisa beresiko terkena diabetes?
Sebenarnya belum diketahui kenapa beberapa orang bisa terkena diabetes tipe 2, sementara yang lainnya enggak. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko, yaitu:
1. Riwayat keluarga
Kalo kita punya orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2, maka resiko terkena diabetesnya meningkat
2. Usia
Resiko diabetes tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia dari 40 tahun. Hal ini mungkin berhubungan karena aktivitas yang menurun, kehilangan massa otot dan berat badan dengan meningkatnya usia. Eh eh tapi meski kebanyakan diabetes 2 terjadi pada usia dewasa, dalam beberapa tahun terakhir ini kejadian diabetes 2 meingkat secara dramatis di kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa muda! Duh, jadi tetep nggak boleh menyepelekan, ya!
3. Ras
Orang-orang dari latar belakang ras tertentu juga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjadinya diabetes, meskipun alasannya belum diketahui, sih.
4. Kegemukan/obesitas
Kelebihan berat badan merupakan faktor resiko utama untuk diabetes tipe 2. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki oeh seseorang, semakin resisten sel terhadap insulin. Tapi bukan berarti yang kelebihan berat badan doang ya yang bisa kena diabetes.
5. Diet yang tidak sehat
Diet kaya kalori, lemak jenuh dan gula, dan rendah serat bisa menyebabkan peningkatan berat badan, lalu meningkatkan resiko mengembangkan diabetesnya
6. Memiliki tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi juga menempatkan seseorang pada resiko mengembangkan diabetes! Wah, hati-hati ya yang darah tinggi~
7. Diabetes gestational
Perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Kalo bayi lahir dari ibu dengan keadaan ini beratnya lebih dari 9 pound(>4 kg), dia juga beresiko mengembangkan diabetes tipe 2 di masa depan.


CERDIK mencegah, mengobati, dan melawan diabetes
Kamu harus CERDIK, ya! :)

dr. Lily kasih rumus sakti buat menghadapi diabetes, nih. Namanya CERDIK. Apaan tuh CERDIK?
Cek kesehatan secara berkala
Jujur, saya orang yang maleeeesss banget ke dokter. Jangan diikutin, ya! Hahaha. Kemalesan saya sepertinya harus segera dihilangkan. Harus! Cek kesehatan emang penting banget, jangan sampe kita terlambat, tau-tau penyakit sudah diderita. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan? Salah satu yang harus dicek secara teratur adalah gula darah.
Beberapa tes bisa dilakukan untuk memperkirakan tingkat gula darah. Semua tes ini memperkirakan jumlah gula dalam jumlah tertentu darah. Tes tersebut di antaranya:
- Gula Darah Sewaktu (GDS)
Ini adalah tes darah yang dapat dilakukan setiap saat, sepanjang hari untuk memeriksa tingkat gula darah pada titik waktu saat itu. Kalo nilai GDS ≥ 200 mg/DL (11,1 mmol/L) darah, ini mengindikasikan bahwa seseorang memiliki diabetes.
-Gula Darah Puasa (GDP)
Tes ini menguji jumlah gula dalam alirah darah setelah seseorang tidak makan selama 8-10 jam. Hal ini biasanya dilakukan pertama kali di pagi hari sebelum sarapan. Nilai GDP  126 mg/dL( 7.0 mmol/L) mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki diabetes.
-Hemoglobin Glikat (HbA1C)
Tes ini mengukur seberapa baik gula darah telah dikontrol selama 3 bulan terakhir. Kalau HbA1C adalah   6.5% (47,0 mmol/mol), itu menunjukkan adanya diabetes.
-Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
Ini adalah jenis lain dari tes untuk diabetes. Tingkat gula darah diperiksa pada saat puasa dan kemudia 2 jam setelah minum sejumlah glukosa. Ini menunjukkan bagaimana tubuh memproses glukosa. Kalo nilai 2 jam  200 mg/dL (11,1 mmol/L), itu mengindikasikan adanya diabetes.
Jangan sampe udah parah baru ke dokter.
Cek kesehatan secara rutin!

Enyahkan asap rokok
Saya sih emang benci sama asap rokok, jadi Insya Allah nggak bakal ngerokok. Tapi nggak bisa dipungkiri kalau saya perokok pasif. Masih banyak orang yang sembarangan ngerokok di tempat umum. Saya lagi jalan di trotoar, eh orang lewatin sambil menghembuskan asap rokoknya. Nyebelin banget! Di angkot juga kadang suka ada yang bandel merokok. Kalo nggak ditegur, tuh rokok nggak dibuang, deh. Saya sangat salute pada teman-teman saya yang sebenarnya perokok aktif, tapi di saat sedang berkumpul, mereka nggak merokok. Itu berarti mereka menghargai kita yang nggak merokok, kan?
Melalui tulisan ini, saya berharap semoga teman-teman yang perokok aktif bisa berhenti, deh. hehe
Ada yang ngerokok di depan kamu? Lempar aja! :p
Rutin berolahraga
Yap! Kita harus rajin melakukan aktivitas fisik, guys! Jangan mager-an(males gerak)! Sebenernya Sabila yang dulu adalah seorang yang hampir tidak pernah membuat jadwal khusus untuk olahraga. Olahraga versi Sabila hanya lari-lari mengejar kereta yang hampir berangkat, lari-lari karena udah telat ke kampus, dan jalan kaki dari Stasiun Sudirman-Halte Dukuh Atas 1 saja. Olahraga-olahragaan, karena terpaksa pula. Nggak heran kalo tubuh saya kaku banget, terus baru lari dikit aja udah ngos-ngosan parah.
Tapi, Sabila yang dulu bukanlah yang sekarang~ *nyanyi*
Gara-gara ikutan acara ini, dan kebetulan ada kesempatan untuk ikutan, Sabila jadi anak karate! Ya lumayanlah, latihan rutin karate setiap Selasa sore. Pemanasannya luar biasa, ketauan banget kalo saya jarang olahraga. Tapi gara-gara itu saya jadi bertekad untuk olahraga setiap hari, meskipun sebentar atau sekadar sit up, push up sedikit aja (itu juga nggak bener sih sit up, push upnya. Yang penting bergerak, dah! hahaha)
Hap hap hap! Olahraga yuk, gengs!

Diet seimbang
Untuk sehari-hari, kita harus ingat 5 4 1! 5 sendok makan lemak, 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam. dr. Lily bilang kalau sebenarnya 5 4 1 itulah yang dibutuhkan tubuh kita. Harus konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Kudu suka makan sayur! Hayo, siapa yang nggak suka sayur? Berusaha untuk suka, ya :) Sayur itu enak banget looh! Oh iya, jangan terlalu banyak makan gorengan juga. Maksimal 2 aja dalam sehari. Duh, jadi inget suka beli gorengan seharga 5 ribu sebelum naik transjakarta :((
Ebuzeeeh. Makan secukupnya, jangan berlebihan!

Istirahat cukup
Hmmm, ini hal yang harus diperhatikan juga. Kadang kita keterlaluan dalam melakukan aktivitas, sampe lupa istirahat, atau kurang istirahatnya. Usahakan sesibuk apapun, istirahat itu harus! Berikan hak tubuh kita untuk beristirahat. Jaga pola tidur, jangan kebanyakan begadang. Begadang boleh saja, asal ada perlunya~ Bila terlalu banyak begadang muka pucat karena darah berkurang. Bila sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang. (Ini kenapa jadi nyanyi lagunya Rhoma Irama!)
Tidur tidurr~ Usahakan 8 jam tidur sehari

Kelola stress
Saya termasuk orang yang mudah panikan, mikiran pula. Kalo udah panik, jadi ngerasa stress sendiri. Deg-degan mau ujian, nggak ngerti materi kuliah, tugas sangat bejubel, semua rasanya bisa bikin stress! Pffftttt. Makanya seneng juga sih sekarang banyak hiburan biar bisa nggak kena sama yang namanya rasa stress. Ada blog yang bisa menampung segala keluh kesah, baca percakapan teman-teman di grup blogger maupun komunitas lain, baca update-an status temen-temen blogger di twitter yang sering bikin ngakak, dan lain sebagainya. Bahkan, melakukan gerakan karate juga bisa membuang stress, loh. Sabila melakukan hal itu. Haha.
Kalo bisa melampiaskan stress ke hal yang positif ya. Misalnya olahraga atau apa gitu. Jangan dilampiaskan ke makanan. Nanti bisa kegemukan, dan malah kena resiko diabetes .___.
Jalani hidup dengan ceria saja kali ya biar nggak gampang stress. Haha. Ada masalah? Hadapi dengan senyum. Halah! Intinya mah banyak bersyukur, bahagia.
Kalo stress biasanya suka ngomel-ngomel. Mengerikan!
Awas darah tinggi~


Kalau sudah terkena diabetes, harus bagaimana?
Saya benci mengatakan ini, tapi kenyataannya diabetes tidak bisa disembuhkan. Namun, harus tetep semangat dong! Setidaknya diabetes tidak merembet pada komplikasi. Bisa kok mencegah komplikasi itu terjadi!
Terus lanjutkan pengobatan, jangan putus asa. Tujuan pengobatan itu untuk menjaga tingkat gula darah agar sebaik mungkin mendekati normal. Jenis makanan dan tingkat aktivitas fisik memainkan peran penting dalam mengendalikan gula darah, seperti halnya obat-obatan. Berbagai obat-obatan digunakan untuk mengobati diabetes. Tapi ingat, ya, obat-obatannya harus diresepkan hanya oleh penyedia layanan kesehatan aja. Jangan sembarangan! Usahakan rajin minum obatnya, dan paham juga bagaimana obat bekerja.
Selain minum obat melalui mulut, obat injeksi juga bisa dipakai. Insulin saat ini tidak ada dalam bentuk pil, jadi harus disuntikkan. Ada juga obat-obat non-insulin yang disuntikkan. Insulin ini wajib bagi orang-orang yang terkena diabetes tipe 1. Diabetes tipe 2 biasanya diobati dengan obat-obatan oral, tapi suntikan insulin dapat diberikan kalo obat-obatan oral tidak memadai untuk mengontrol tingkat gula darah.

Oh iya, orang yang terkena diabetes bisa tau kalau penyakit mereka terkontrol dengan baik. Caranya gimana? Caranya adalah dengan tes glikasi hemoglobin (HbA1c) yang secara akurat menilai seberapa baik gula darah terkontrol selama 2-3 bulan. Bagi yang non-diabetes, tingkat HbA1c normal biasanya di bawah 5,5%. Sementara penderita diabetes, tingkat HbA1c di bawah 7,0% itu menunjukkan kontrol yang baik.




Teman-teman, ayok sama-sama kita cegah, obati, dan #lawandiabetes!
Rangkul orang yang terkena diabetes dengan mengedukasi mereka agar lebih paham tentang diabetes, jangan hanya sekadar rasa kasihan saja. Ajak juga mereka untuk melakukan banyak aktivitas fisik, bantu atur atau jaga makanannya. Dan bagi kita yang masih sehat, ayok sama-sama cegah diabetes. Jangan lupa rumus CERDIK.
Terus kampanyekan #LawanDiabetes. Kamu bisa menuliskannya di blog, update status di berbagai social media yang kamu punya, membuat desain poster, dan sebagainya. Semakin banyak yang tahu, diharapkan akan semakin menekan peningkatan diabetes di dunia, khususnya Indonesia.

Salam puss, meong, muah

Sabila si kakak kucing


Sumber tulisan : 

ilmu yang didapat di acara Jumpa Blogger Sun Life dan www.beatdiabetes.id

Oh iya. Sumber gambar kudanil lucu yang ada di tulisan ini adalah sticker LINE KabaPopo, sticker favorit saya. Ayo beli sticker KabaPopo! :3

You Might Also Like

15 komentar

  1. gue nih suka begadang :/
    stress juga. Tapi kalo stress gue biasanya nonton video jkt48 / stalk doi di twitter. itu positif kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas liburan kuliah kemarin, gue begadang mulu heuuuu
      Bahahahahak. Ya lumayan daaaah. Tapi coba lo alihkan ke dzikir aja, lam (beuh. lagi bener nih gue haha)

      Delete
  2. Wah gue jg males bgt olahraga nih bil haha. Kayanya gue hrs jadwalin dah olahraga. Setidaknya lari pagi tiap minggu kali ya. 😂😂

    ReplyDelete
  3. Wah gue jg males bgt olahraga nih bil haha. Kayanya gue hrs jadwalin dah olahraga. Setidaknya lari pagi tiap minggu kali ya. 😂😂

    ReplyDelete
  4. Iya nih. Dulu aku pernah sempet kaget kalo seusia aku bisa kena diabetes. Ternyata gara-gara pola hidup ga sehat. Dan begadang ternyata bisa jadi pemicu :(

    ReplyDelete
  5. Hhh bil, kalau ngomongin diabetes jadi inget mama. 4years ago :'(
    Dulu kalo diliat dr riwayat keluarga ibu gue itu ga ada riwayat diabetes. Ternyata setelah konsultasi sama dokter ibu gue ternyata salah satu penyebab diabetes itu pola hidup. Ibu gue itu ibu rumah tangga, jd setelah selesai ngerjain kerjaan rumah itu dia biasa istirahat atau bahkan tidur. Nah tidur di jam2 yg ga Bagus buat tubuh itu dr jam 8-11 pagi. Faktor lainnya itu ibu gu senang konsumsi makanan & minuman manis. Setelah divonis terkena diabetes, ibu gue jd jarang makan nasi, beliau lebih sering mengkonsumsi talas /kentang sbg pengganti nasi, sesekali makan nasi tp itu nasi merah atau nasi yg sblmnya sdh didinginkan dlu(jd bkn nasi fresh from magiccom). Mungkin itu cukup menyiksa buat beliau, tapi memang itu yg terbaik supaya gula darahnya tdk naik. Awalnya ibu gue terkena diabetes kering yg bikin tubuhnya yg dulu gemuk jd berubah drastis, bb nya turun dengan sangat drastis. Sekitar 2-3 thn diabetes ibu gue berubah jd diabetes basah yg diawali luka kecil dibagian kaki yg lama kelamaan meradang dan mengharuskan utk amputasi bagian jari kaki sebelah kiri :'( setelah berjuang utk melawan penyakitnya, akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya akhir 2012 yg lalu. Selama gue ngerawat ibu gue, disitu banyak pelajaran yg diambil terutama kiat2 utk mencegah diabetes. Apalagi kalau dilihat dr garis keturunan, gue punya resiko terkena penyakit diabetes. Meski agak males bgt olahraga seenggaknya gue mulai kurangi makanan manis (meski susah bgt). Btw ulasan blog lo ttg diabetes ini bagus bgt bil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuruuuulllll :"((((( Huhuhu yang sabar yaa. Insya Allah beliau udah tenang dan bahagia di sana. Jadi anak yang membanggakan beliau, ya Rul.

      Makasih banget sharingnya. Jadi makin mengingatkan kalo ngejalanin pola hidup sehat itu penting banget.
      Iya ruuull. Lo harus hati-hati yaaa. Diusahain rajin olahraga ringan, jaga makanannya jangan semua masuk loh yaaa.

      Makasiiihhh!

      Delete
  6. Diabetes bisa nurun ya.
    Kalau ada riwayat diabetes di keluarga
    duh, mesti di jaga asupan gulanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Rin. Harus jalanin pola hidup yang sehat nih.

      Delete

  7. Alhamdulillah, setelah baca tulisan Kakak Kucing akhirnya kita khususnya saya sadar akan pentingnya pola hidup sehat.

    Diabetes merupakan penyakit yang cukup mengerikan. tidak sedikit tetangga saya yang meninggal salah satunya karena penyakit tersebut. kalo melihat riwayat keluarga sih, Alhamdulillah saya belum menemukan ada riwayat Diabetes. Semoga ini tidak akan terjadi.

    dan sekarang, menjadi tugas saya untuk mengingatkan keluarga saya untuk terus hidup sehat agar terhindar dari Diabetes.
    sekali lagi makasih ya Kakak Kucing Tulisannya.

    Oh iya BTW program dari Sun Life Financial Indonesia keren banget ya. boleh dong kapan kapan ikutan. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah yaah

      Iyaa, Um. Share deh ke keluarganya tentang rumus CERDIK itu :D

      Iya doong kereeen. Yuk tahun depan siapatau ada lagi. Ikutan deeh~

      Delete
  8. Bener banget. Diabetes itu penyakit yg menyerang hampir semua orang. Terutama yg gaya hidupnya gak sehat :(

    ReplyDelete
  9. diabetes yaa, kalo saya dan keluarga sih belum ada yang pernah ngalamin dan semoga aja ga ada.. kalo tipess wahh itu luar biasa aku sendiri pernah ngalamin rasanya waaahh luar biasa

    ReplyDelete

Nikmatun Aliyah Salsabila. Powered by Blogger.