Dukung Gerakan Nasional Non Tunai, yuk?!

Yuk! Internet. Rasanya sekarang orang-orang susah lepas dari teknologi yang satu itu. Di kereta, halte, kampus, di mana-mana tangannya ...

Yuk!
Internet. Rasanya sekarang orang-orang susah lepas dari teknologi yang satu itu. Di kereta, halte, kampus, di mana-mana tangannya pegang smartphone yang tentunya terkoneksi dengan internet. Teknologi tersebut udah jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Manfaatnya? Tentu banyak. Kita lihat dari manfaat positifnya aja, ya? Kita bisa mengakses berbagai informasi/berita, mempermudah pekerjaan kita, berkomunikasi seperti nggak ada batasan jarak dan waktu! Bukan hanya itu, transaksi keuangan dan perkembangan teknologi perbankan pun didukung oleh internet ini. 
Masih inget nggak dulu kita harus ngantri panjang cuma buat bayar listrik, bayar telepon, transfer?Tentunya ini yang dirasakan:
- Bikin capek. Berapa banyak tetes keringat kita jatuh saat berdiri ngantri? Huhuhu
- Buang-buang waktu. Bikin pekerjaan lain terbengkalai. Bener, nggak?
- Nggak efisien. Dompet bisa-bisa ngga cukup deh buat nampung uang kertas kita, dan inget ya kalo bikin uang kertas itu pake anggaran.
- kalo copet tau kita bawa uang banyak, waaah bisa-bisa kita jadi sasaran empuk pencopetan

Tapi Alhamdulillaah sekarang teknologi udah makin canggih. Keribetan itu semua bisa ditanggulangi! :D

SAATNYA BERALIH KE TRANSAKSI NON TUNAI 

Transaksi non tunai artinya kita bertransaksi tidak menggunakan uang tunai/cash sebagai alat pembayarannya. Ini bukan hal baru, tapi masih ada yang enggan atau belum terbiasa dengan jenis transaksi ini. Mungkin ada perasaan khawatir, takut uangnya nyasar nggak kebayar di rekening listriknya, nggak ngerti cara menggunakannya, dan lain-lain. Padahal bertransaksi secara non tunai lebih praktis dan menguntungkan dibanding transaksi tunai. 

Nah, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap transaksi non tunai, Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai, atau yang bisa disingkat GNNT pada 14 Agustus 2014 lalu. Pada akhirnya dengan adanya GNNT ini diharapkan dapat berangsur-angsur membentuk komunitas atau masyarakat yang bertransaksi non tunai dengan menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) dalam kegiatan ekonominya. 

Udah tau apa aja instrumen non tunai? Ada tiga bentuk : paper based (contohnya cek dan bilyet giro), card based (contohnya kartu kredit, kartu ATM dan kartu debit), dan electronic based (contohnya E-Money).
Paper dan Card Based

Yang paling menarik perhatian adalah uang elektronik (makanya sengaja dipisah dari gambar di atas).  Bank Indonesia mendefinisikan uang elektronik melalui 4 karakteristik, yaitu disetor di awal, disimpan dalam media tertentu, fungsi utama sebagai alat pembayaran, dan sifatnya bukan simpanan (tidak dijamin dan nggak dapet bunga).  Untuk dapetin uang elektronik mudah, bisa di supermarket, halte transjakarta, dan sebagainya. Untuk top up saldo pun demikian. Bisa di supermarket, halte transjakarta, ATM, bahkan bisa pakai smartphone menggunakan NFC. Mudah banget lah pokoknya! Oh iya, kita nggak perlu jadi nasabah di bank tertentu untuk punya uang elektronik ini. 
Uang Elektronik. Sumber : www.bi.go.id

Uang elektronik ada yang berbentuk kartu (chip based) maupun berbasis server dalam handphone (server based). Ternyata adanya inovasi uang elektronik tersebut karena jumlah pengguna handphone dan internet di Indonesia terus meningkat tiap tahun dan hampir setengah dari total jumlah pengguna internet (49%) berusia 18-25 tahun. Generasi muda! 

Bank Indonesia terus meningkatkan elektronifikasi transaksi pembayaran dan peningkatan infrastruktur sistem pembayarannya. Tentunya hal ini juga didukung oleh pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat. Sekarang kita kalau mau naik KRL Commuter Line, TransJakarta harus menggunakan uang elektronik. Untuk bayar parkir di stasiun (atau mungkin beberapa tempat lain?) juga pakai uang elektronik. Untuk bayar tol, belanja, naik ojek online pun bisa! Selain itu pakai uang elektronik juga bisa bikin kita lebih hemat karena banyak promo atau diskon. Yippieee! ^_^ 

Diharapkan dengan menjamurnya penggunaan uang elektronik, komunitas Less Cash Society bisa tercipta. Apalagi generasi muda. Beuh, harus mendukung banget Gerakan Nasional Non Tunai ini! 
Hari gini masih jaman pakai uang tunai? Hihi. Ada iklannya nih dari BI :
sumber : www.bi.go.id
Ada juga berbagai video di YouTube-nya Bank Indonesia Channel, contohnya kaya gini nih:


APA MANFAAT TRANSAKSI NON TUNAI?
Banyak banget! 

Bertransaksi non tunai itu praktis dan aman. Kita nggak perlu bawa uang banyak-banyak di dompet sampe dompetnya ketebelan. Belum lagi pas bayar ribet itung uangnya sampe berserakan ke mana-mana. Dan seperti yang udah disebut di atas, kalo kita lagi kecopetan, semua uang ludes! Kalo alat pembayaran uang non tunai (misalnya kartu ATM, kartu kredit) masih bisa diusahakan. Kita bisa telepon pihak bank untuk mengurusnya.

Selain itu, kita juga bisa lebih hemat! Kenapa lebih hemat? Soalnya transaksi non tunai banyak promonya! Bener, kan? Kurang asik apa lagi? Terus kalo transaksi non tunai nggak bakal ada drama kembalian permen karena nggak ada kembalian dalam bentuk uang. Sering kan kayak gini: kita harus membayar lebih karena katanya nggak ada kembalian? Kalo transaksi non tunai nggak ada deh cerita kayak begitu! Hihihi. Pokoknya bakalan bikin hidupmu lebih mudah dan banyak pilihan (kamu bisa pilih mau pakai kartu ATM, kartu kredit, uang elektronik, dan sebagainya).

Bukan hanya manfaat untuk diri sendiri, tapi transaksi non tunai ini berdampak luas, memberi manfaat bagi masyarakat lainnya, karena menghemat uang negara!
Dengan bertransaksi non tunai, kita turut mendukung pemerintah menghemat anggaran dalam mencetak uang kartal(uang kertas). Dengan adanya GNNT, pertumbuhan uang akan semakin melambat, hal itu pasti menghemat jumlah uang yang dicetak di Peruri. Pemerintah harus mengeluarkan biaya tidak sedikit taip tahunnya untuk mencetak uang (triliun-an, bro and sist!). Bayangkan kalo pembayaran non tunai meningkat dan biaya untuk cetak uang bisa dikurangi. maka anggaran tersebut bisa digunakan untuk hal lainnya. Misal untuk pembangunan, pendidikan di Indonesia. 
Nggak sampai di situ aja, dengan transaksi non tunai membuat pencatatan transaksi secara otomatis akan memudahkan dalam menghitung aktivitas ekonomi. Dan penggunaan alat pembayaran non tunai juga akan meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomia (velocity of money).


AYO DUKUNG GERAKAN TRANSAKSI NON TUNAI!

Sabila itu orangnya pelupa dan berantakan banget kalo simpan uang (nggak tersimpan rapih di dompet). Sering berserakan di berbagai kantong tas. Kalo mau bayar macem-macem tuh ribet banget, harus ubek-ubek  ke seluruh penjuru bagian tas. Belum lagi kalo ternyata nggak punya uang banyak. Makanya kehadiran uang elektronik dan kemudahan bertransaksi non tunai sangat membantu.
E-money kuuuu~

Gambar e-money di atas adalah sesuatu yang setia menemani saya ke mana-mana, terutama saat kuliah. Untuk sampai ke kampus, saya harus naik KRL Commuter Line dan TransJakarta, begitupun pulang ke rumah. Selain itu kalo lapar atau haus, saya tinggal ke Indomaret dan bayarnya pakai kartu itu. Kalo naik gojek juga bayarnya pakai go-pay. Hemat banget karena diskon 50%! Beli pulsa juga ngga pernah ke konter pulsa karena belinya melalui ATM. Oh iya, bahkan di messenger LINE juga ada LINE Pay e-cash. Ke depannya saya kayaknya bakal sering pake itu. Duh, apa-apa jadi serba mudah! Saya sih nggak terlalu masalah kalo ketinggalan dompet (lagian jarang simpen uang dan berbagai kartu di dompet! Haha), karena ada e-money yang saya kalungin dan smartphone.

Itu adalah bentuk dukungan saya terhadap Gerakan Nasional Non Tunai. Kamu nggak mau ikutan?

Ayo, kawula muda! Semangat bertransaksi non tunai demi mendukung GNNT. Udah tau kan apa aja manfaatnya? Pernah dengar hadits "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain", kan? Nah, dengan bertransaksi non tunai bisa menebar manfaat ke orang lain loh, karena akan menghemat anggaran untuk cetak uang kertas! Pertumbuhan uang kertas tahun ini 18% dibanding tahun lalu, namun kalo nggak ada GNNT, bisa jadi lebih tinggi pertumbuhannya. So, thanks to GNNT. :)

Kita yang paling akrab dengan penggunaan teknologi, smartphone nempel terus, internet selalu terkoneksi. Jadi kita lah yang paling diandalkan pemerintah untuk mendukung dan menyebarluaskan GNNT. Kita harus terbiasa dengan transaksi non tunai, dan kita juga bisa mengajarkan orang tua, kakek, nenek biar ikut serta. 
BI ingin tahun 2024 sudah ada 25% pengguna e-money, bisa nggak ya? BISA! Makanya, kita harus dukung dan ikut mensosialisasikan GNNT. 

Emang sih masih ada tantangan yang harus dihadapi seperti masyarakat yang enggan bertransaksi non tunai, infrastruktur yang belum memadai, misalnya jaringan internet, apalagi di pelosok. Lalu masih banyak yang belum bisa dibayar menggunakan alat pembayaran non tunai, misalnya naik angkot, naik bajaj, naik becak, atau beli cabe di pasar. Tapi Insya Allah Indonesia akan terus berusaha berkembang dan berinovasi, kok. Sekarang lakukan sebisanya aja dulu. Atau, bagaimana kalau kita jangan cuma jadi konsumen, tapi juga jadi inovator? *kedip kedip*

Tularkan kebiasaan transaksi non tunai ke semua orang! Bisa melalui tulisan di blog, update status di media sosial, bikin poster terus di-share, dan sebagainya. Banyak hal yang bisa kita lakukan, yang penting ada kemauan. 

Dan, lakukan dari sekarang! Kuy kuy kuy~






Salam puss, meong, muah

Sabila si kakak kucing


----------------------
Referensi :
http://www.antaranews.com/berita/589467/bi-pelopori-gerakan-nasional-transaksi-non-tunai
http://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/instrumen-nontunai
http://gnnt.netcj.co.id/
http://www.halomoney.co.id/blog/mengenal-transaksi-non-tunai
https://m.tempo.co/read/news/2016/10/11/087811191/gerakan-non-tunai-bi-ini-penghematannya
http://www.kompasiana.com/niaayua/transaksi-non-tunai-tak-ada-ruginya-banyak-manfaatnya_557912c0a623bdc251175738

Oh iya, karakter lucu yang berwarna ungu itu Stiker LINE Kabapopo, ya. Silakan kalo mau download untuk menghiasi chat-mu:)

You Might Also Like

3 komentar

  1. iya si Bil sangat berguna banget kalau pakek e-money, tapi kalau di kota-kota kecil keknya masih belum bisa diterapkan yesss.
    bisa gak ya Bayar parkir pakek e-money hehehe *berimajinasi

    ReplyDelete
  2. Gue sendiri termasuk orang yang paling males nyimpen uang banyak-banyak di dompet. Kenapa? Ngeganggu banget. Apalagi kalau udah tebel karena di simpan dalam jumlah yang banyak. Duh, ampun, deh!
    Kalau mau beli apa-apa selalu bayarnya kalau nggak debit, ya, e-money. Apalagi kartu mahasiswa gue bisa di pake buat transaksi non tunai di minimarket-minimarket atau merchant. Promo? Banyak! Suka banget, deh! Apalagi kalau ada promo buku atau makan/minum gitu. Hohoho
    Sabil kalau beli pulsa masih lewat ATM? Kalau gue lewat mobile banking. Lebih simpel. Atau kalau lagi di depan PC, transaksinya pake internet banking. Pun beli token listrik juga lewat internet banking. Hohoho. Malesin banget sih kalau harus transfer lewat ATM gitu. Harus ngantre dulu. Panjang lagi karena mesin ATM-nya cuma dua. Yang mau di transfer nggak seberapa, nunggunya yang lama. Huhuhu
    Tapi kalau narik uang gitu-gitu masih suka di ATM, sih. Soalnya nggak bisa narik lewat mobile/internet banking :3
    Duh, kalau aja di tempat-tempat makan kayak warteg gitu bisa bayar secara non tunai, mungkin ga perlu ke ATM lagi, deh. Hahahah

    ReplyDelete

Nikmatun Aliyah Salsabila. Powered by Blogger.